Tips Cek Kualitas Bangunan Saat Beli Rumah

loading…


Liputan6.com, Jakarta Ini penting, cek kualitas bangunan saat akan membeli rumah, baik rumah baru apalagi rumah seken. Bukan apa-apa, faktor kenyamanan dan keamanan merupakan hal yang perlu diperhatikan pada sebuah hunian, termasuk juga dari sisi estetika. Jangan sampai baru beli rumah dan baru ditempati sudah harus renovasi.


Untuk rumah seken, usia bangunannya perlu diperhatikan. Sedangkan untuk rumah baru, Anda perlu jeli memeriksa spesifikasi bangunannya. Bukan apa-apa, ada segelintir oknum kontraktor nakal yang suka menurunkan spesifikasi atau mengirit bahan bangunan. Alhasil, kualitas bangunan rendah dan tak sesuai seperti yang dijanjikan.


Kualitas bangunan memang tergantung pada spesifikasi bahan bangunan dan cara membangunnya. Untuk rumah baru spesifikasi bahan bangunannya biasanya dicantumkan pada brosur rumah. Namun juga jangan mudah percaya pada spesifikasi yang tertera di brosur, karena brosur sewaktu-waktu bisa saja diubah secara sepihak oleh pengembang.


Jangan pula mudah tergiur oleh mulut manis staf pemasaran perumahan, apalagi jika rumahnya bukan ready stock alias inden. Untuk mudahnya, manfaatkan review properti yang hanya ada di Rumah.com, disajikan secara obyektif dan transparan agar Anda dapat menilai spesifikasi material hunian, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitar perumahan incaran Anda.


Jadi untuk Anda yang mau membeli rumah? Ini tips dari Rumah.com untuk mengecek kualitas bangunannya.

Tips cek kualitas bangunan rumah inden

Jika rumahnya bukan ready stock atau inden maka Anda perlu mengajukan beberapa pertanyaann kepada pihak pengembang guna mengecek kualitas bangunannya. Jika Anda kurang paham istilah teknis atau seputar material bahan bangunan, ajak orang yang paham, misalnya tukang bangunan. 

Berapa ukuran rumah sebenarnya Jika perlu lakukan pengukuran sendiri.Apa bahan-bahan yang digunakan untuk pondasi, dinding, lantai, genteng, dan plafon.Bahan jenis apa saja yang digunakan untuk kusen dan rangka atapnya.Berapa ukuran besi cor yang digunakan. Rumah yang kuat minimal menggunakan besi ukuran diameter 8mm.Apa jenis kabel listrik yang digunakan dan berapa daya listrik yang disediakan.Berapa tinggi plafon rumah. Plafon yang rendah membuat rumah menjadi gerah.Bagaimana sistem sirkulasi udara dan sanitasinya.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu diajukan, agar sejak dini Anda dapat mengetahui kondisi rumah yang sebenarnya. Jangan sampai cicilan KPR belum lunas, tapi rumah sudah harus direnovasi.


View the original article here

loading…


(Visited 27 times, 1 visits today)
author