Tinggal di Bekasi, Kerja di Jakarta Kini Semakin Mudah

loading…


Liputan6.com, Jakarta Kota Bekasi saat ini dinilai punya potensi prestisius dengan perkembangan kotanya yang begitu pesat. Ini ditandai dengan akan hadirnya Light Rapid Transit (LRT), serta Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi I yang sudah beroperasi pada awal November 2017.

Imbas dari prospek infrastruktur pun menjalar ke sektor properti. Tercatat di enam bulan terakhir 2017, median harga properti di Bekasi mencapai angka Rp7,64 juta/meter persegi. Sebelumnya, di Q2 2017 berkisar Rp7,58 juta/meter persegi.

Ini merupakan sinyal positif bahwa properti di Kota Patriot kembali bergeliat meski harus diakui pada Q4 2016 sempat mencapai Rp7,71 juta/meter persegi. Demikian seperti dirangkum dalam Rumah.com Property Index.

Saat ini Bekasi juga terhubung dengan berbagai moda transportasi yang memudahkan warganya dalam beraktivitas. Selain kereta commuter line, yang terbaru dan bisa dinikmati adalah Transjabodetabek Premium besutan PT Adhi Persada Properti bekerjasama dengan Perum PPD.

Menurut Agus Sitaba, Direktur Utama PT Adhi Persada Properti, dalam kehidupan tentu masalah transportasi yang terintegrasi menjadi kebutuhan dari penghuni kawasan.

“Dengan titik awal pemberangkatan dari Grand Dhika City (GDC) Jatiwarna, PPD menyediakan dua rute yaitu GDC Jatiwarna – Plaza Senayan, serta rute GDC Jatiwarna – Mall Ciputra Grogol. Sebelumnya, APP juga telah membuka rute dari salah satu proyek lainnya, yaitu rute GDC Bekasi Timur – Paragon,” katanya.

Transjabodetabek Premium dilengkapi WiFi, stop kontak untuk mengisi daya gadget, serta sound system. Tidak hanya itu, setiap bangku penumpang didesain lebih nyaman lantaran posisinya yang bisa disesuaikan. Jarak antar bangku juga lebih lega.

Saat ini, sudah ada 400 bus yang beroperasi dan ditargetkan akan ada 600 bus di beberapa tahun mendatang. Dengan menggunakan Transjabodetabek Premium, penumpang diperkirakan bisa mencapai lokasi tujuan tidak lebih dari satu jam.

Kedepannya, trayek transportasi umum ini dapat disesuaikan dengan jalur-jalur menuju stasiun LRT guna memudahkan masyarakat menuju pusat kota. Simak juga: Rumah Baru di Bekasi Dekat Pintu Tol

“Jadi kami punya target menjemput warga. Jika selama ini warga yang datang ke halte, sekarang diubah menjadi kami yang jemput. Sehingga diharapkan masyarakat mau shifting dari kendaraan pribadi ke angkutan umum,” ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono saat ditemui Rumah.com.

Ia menambahkan, kehadiran akses transportasi juga seringkali berpengaruh terhadap prospek properti yang ada di sekitarnya. “Apalagi kondisi jalan di Jabodetabek saat ini sudah berada di titik jenuh mendekati angka satu. Jadi masyarakat butuh sarana yang efektif dan efisien.”

Takut macet? Pilih hunian di kawasan TOD atau Transit Oriented Development. Simak keunggulannya di sini.

View the original article here

loading…


(Visited 37 times, 1 visits today)
author